Thursday, September 6, 2012

Mengenal PROSES penyamakan kulit

penyamakan dilakukan untuk mengubah kulit mentah yang mudah rusak oleh aktivitas mikroorganisma, proses kimia maupun fisik menjadi kulit tersamak yang lebih tahan terhadap faktor-faktor perusak tersebut. Yaitu dengan memasukkan bahan penyamak ke dalam jaringan kulit yang berupa jaringan kolagen sehingga terbentuk ikatan kimia antara keduanya menjadikan lebih tahanterhadap faktor perusak. Zat penyamak bisa berupa penyamak nabati, sintetis, mineral, dan penyamak minyak. penyamakan kulit terdiri atas banyak proses panjang, dan garis besarnya dibagi 3 proses utama yaituproses awal (beam house atau proses rumah basah), proses penyamakan, dan finishing.
Proses awal terdiri atas perendaman (untuk mengembalikan kadar air yang hilang selama proses pengeringan sebelumnya, kulit basah lebih mudah bereaksi dengan bahan kimia penyamak, membersihkan dari sisa kotoran, darah, garam yang masih melekat pada kulit), pengapuran (membengkakan kulit untuk melepas sisa daging, menyabunkan lemak pada kulit, pembuangan sisik, pembuangan daging, pembuangan kapur (deliming) (untukmenghilangkan kapur dan menetralkan kulit dari kondisi basa, menghindari pengerutan kulit, menghindari timbulnya endapan kapur),pengikisan protein, pengasaman (pickle) (untuk menciptakan kondisi asam pada kulit sehingga lebih sesuai dengan senyawa penyamak dan kulit lebih tahan terhadap seranga bakteri pembusuk). Pada kulit sapi,dilakukan proses pembuangan bulu menggunakan senyawa Na2S. Sesuai dengan jenis kulit, tahapan proses penyamakan bisa berbeda. Kulit dibagi atas 2 golongan yaitu hide (untuk kulit berasal dari binatang besar seperti kulit sapi, kerbau, kuda dll), dan skin (untuk kulit domba, kambing, reptil dll). Tipe zat penyamak yang digunakan mempengaruhi hasil akhir yang diperoleh. penyamak nabati (tannin) memberikan warna coklat muda atau kemerahan, bersifat agak kaku tetapi empuk, kurang tahan terhadap panas. penyamak mineral paling umum menggunakan krom. penyamak krom menghasilkan kulit yang lebih lemas, lebih tahan terhadap panas. Lewat proses penyamakan, dilakukan proses pemeraman yaitu menumpuk atau menggantung kulit selama 1 malam dengan tujuan untukmenyempurnakan reaksi antara molekul bahan penyamak kulit. Proses penyelesaian (finishing) menentukan kualitas hasil akhir (leather). Terdiri atas beberapa tahapan proses yang bervariasi sesuai dengan jenis kulit bahan penyamak yang digunakan, dan kualitas akhir yang diinginkan.Proses finishing akan membentuk sifat-sifat khas di kulit seperti fleksibilitas, kepadatan, dan warna kulit. Proses perataan (setting out)bertujuan untuk menghilangkan lipatan-lipatan yang terbentuk selama proses sebelumnya dan mengusahakan terciptanya luasan kulit yangmaksimal. proses perataan sekaligus juga akan mengurangi kadar air karena kandungan air dalam kulit akan terdorong keluar (striking out).Beberapa proses lanjutan lainnya adalah pengeringan (mengurangi kadar air kulit sampai batas standar biasanya 18 - 20%), pelembaban(menaikkan cairan bebas dalam kulit untuk persiapan perlakuan fisik di proses selanjutnya), pelemasan (melemaskan kulit dan mengembalikan kerutan-kerutan sehingga luasan kulit menjadi normal kembali),pementangan (untuk menambah luasn kulit), pengampelasan (untuk menghalukan permukaan kulit). Kulit samakan bisa dicat / diwarnai untuk memperindah tampilan kulit. Tantowi Ahmad Alat dan mesin yang digunakan dalam melakukan proses penyamakan adalah sebagai berikut: Timbangan, berfungsi untuk mengetahui berat kulit dan bahan-bahan kimi yang akan digunakan. Pisau seset atau pisau fleshing, digunakan untuk membuang daging yang masih menempel pada kulit saat proses buang daging. Papan kuda-kuda, digunakan untuk meniriskan atau menggantung kulit setelah proses penyamakan Papan pentang, dipakai untuk mementang kulit agar kulit lebih lemas dan memperolehluas yang maksimal. Mesin ampelas, digunakan untuk meratakanbagian dalam kulit sehingga diperoleh kulit yang lebih tipis dan lemas.Meja dan papan staking, digunakan untuk melemaskan dan menghaluskan kulit yang dikerjakan secara manual. Drum milling, digunakan untuk melemaskan dan menghaluskan kulit yang telah disamak. Drum putar (Tannning Drum), digunakan pada proses perendaman, binatu, serta proses- proses lain yang menggunakan air dan bahan- bahan kimia. Alat-alat lain yang digunakan adalah spraying, ember, corong plastik, interval air, gunting, pisau dan kertas pH. Tantowi Ahmad Awalnya dalam industri kulit hanya menggunakan bahan penyamak dari tanaman (penyamak nabati) seperti kulit akasia, dll. Bahan-bahan nabati sangat ramah lingkungan, artinya tidak memengaruhi unsur-unsur yang ada di lingkungan, namun seiring perkembangan zaman manusia mulai menemukan bahan-bahan kimia yang digunakan dalam proses penyamakan kulit, bahan kimia membuat kulit dan produk yang dihasilkan jauh lebih baik dari kulit yang disamak dengan bahan penyamak nabati. Beberapa materi kimia dalam proses penyamakan kulit, antara lain: 1. Air (HO) Sekalipun air hanya merupakan bahan pembantu, namun peran air sangatlah penting, yaitu sebagai perantara atau medium untuk menyampaikan bahan-bahan kimia lainnya ke dalam kulit. 1. Garam (NaCl) Garam dapat menyerap cairan yang ada dalam kulit, sehingga kadar air dan kadar garam menjadi seimbang. Garam membuat bakteri menjadi kering dan akhirnya mati, sehingga tidak ada perkembangbiakan bakteri yang menyebabkan kulit menjadi rusak 1. Natrium Sulfida (Na2S)Natrium sulfida berfungsi untuk merontokkan bulu. Hal ini dapat terjadi karena senyawa sulfida dapat memutuskan jembatan sulfida dari senyawa keratin atau bulu sehingga bulu menjadi rontok. 1.Kapur Ca (OH) 2 Fungsi kapur adalah menyabun minyak atau lemak yang ada di dalam kulit, kapur jaga dapat mengangkut sisa protein yang ada dalam kulit. 1. Asam format dan Natrium bisulfat Asam format dan natrium bisulfat digunakan dalam proses pembuangan sisi-sisa kapur yang masih ada dalam kulit saat proses pembuanganbulu. 1. Minyak sulfat Minyak ikan yang di reaksikan dengan asam sulfat pekat akan menghasilkan minyak sulfat, kegunaannya untuk liquoring atau peminyakan dalam proses penyamakan kulit. 1. Asam sulfat Proses pengasaman digunakan untuk menghentikan aktivitas dari enzim yang digunakan pada proses pengikisan. 1. Formaldehide (CH2O) Reaksi formaldehide dengan asam amino yang terjadi dalam protein kulit mampu merubah sifat- sifat protein sehingga kulit menjadi lebih awet. 1. Cromosal B Cromosal B berasal dari produk paten Bayer, cromosal B digunakan dalam proses penyamakan krom.10. Compound SB Compound SB berasal dari produk Hadson,kegunaannya adalah menaikkan basisitas pada proses penyamakan krom. 11. Mimosa Mimosa berasal dari tumbuhan dan di produksi oleh hadson dan bayer, kegunaannya sebagai bahan untuk penyamakan nabati yang mengandung zat aktif tannin Tantowi Ahmad secara singkat jaringan proses nya adalah sebagai berikut: 1. Pra-penyamakan (beamhouse) Proses yang ada pada pra-penyamakan adalah sebagai berikut: Pencelupan kulit dalam air selama satu malam untuk menghilangkan darah, kotoran, larutan garam dan protein. Menghilangkan bulu dengan perendaman dalam kapur dan sodium sulfida, Pengolahan menggunakan larutan kapur kembali (reliming). pencukuran dan penghilangan mekanis jaringan ekstra dari sisi daging kulit, selanjutnya pemisahan (menggunakan kapur) 2/3 lapisan atas dari bagian bawah. penghilangan kapur dengan menggunakan asam lemah Vatic acid) dan pemukulan / bating dengan menggunakan bahan kimia pembantu untuk menghilangkan sisa-sisa bulu dan protein yang hancur. Pengawetan menggunakan larutan garam dan asam sulfur untuk pengasaman sampai pH tertentu untuk mencegah pengendapan garam-garam krom pada serat kulit. 2. Penyamakan penyamakan krom dilakukan dengan menggunakan krom sulfat. Proses ini untukmenstabilkan jaringan protein (collagen) dari kulit. 3. Pasca penyamakan Proses yang ada pada pasca penyamakan adalahsebagai berikut: pressing (samming) untuk menghilangkankelembaban kulit segar. pencukuran, Pewarnaan dan pelembutan kulit yang sudah disamak menggunakan minyak- minyak emulsi (fatliquoring), didahului dengan sekali-sekali penyamakan sekundermenggunakan tanin sintesis (syntans) dan ekstrak penyamakan.Pengeringan dan pencukuran akhir, Pelapisan permukaan dan buffing (finishing) Muhammad Ansori wah kalo seperti ini mau bikin pabrik krupuk omTantowi Ahmad ... Tantowi Ahmad Kalau buat pabrik krupuk Yaa lain lagi lah perlakuan kulit nya ... Tentu gak bakalan sepanjang itu .. , Dan gak perlu di difinishing warna juga ..., ^ _ ^ Muhammad Ansori oow gitu yaa .. krupuk rambak enak lhoo ... gmn ya itu buatnya ... Tantowi Ahmad ckckck ... jadi ini tentang kulit bahan baku krupuk rambak ya? Wkwkwk .... Cepat aku gak nyambung ... Lha semua yang dibahas tadi itu pada kulit untuk industri, bukan untuk konsumsi. Itu tadi komoditas kulit olahan untuk bahkan baku industri kulit seperti sepatu, pakaian, furniture, dll ... Wkwkwk .... :-D Tantowi Ahmad Nih ... Proses samak kulit pada krupuk rambak .. :Bahan-bahan Kulit sapi 1 kg Bawang putih ¼ ons Garam ½ ons Gula ¼ ons Air kapur secukupnya Proses Pembuatan Rendam kulit sapi / kerbau dalam air kapur selama 48 jam, lalu keroklah (hilangkan) bulu-bulunya dengan pisau. Kulit yang sudah bersih lalu dijemur dengan membentangkannya. Bila sudah kering potonglah kulit dengan gunting besar dengan ukuran 3 cm × 5 cm atau sesuai selera. Ingat,potongan juga mempengaruhi penampilan kerupuk yang akanberpengaruh pada daya tarik konsumen. Haluskan bawang putih, garam, dan gula. Lalu rebuslah potongan kulit dan tambahkan bumbu yang sudah dihaluskan tadi. Biarkan sampai kulit masak (tandanya kulit tampak transparan). Angkat dan tiriskan, lalu jemur sampai kering. Kerupuk rambak mentah siap digoreng. Penggorengan tahappertama dilakukan di atas api kecil (minyak jangan sampai mendidih / bergejolak) hingga kerupuk agak mekar lalu angkat dan tiriskan.penggorengan tahap kedua dilakukan pada api besar sehingga minyak goreng mendidih / bergejolak. penggorengan di atas api besar ini untuk menghasilkan kerupuk yang matang dan mekarnyaoptimal. Setelah mekar dan matang, angkat lalu tiriskan. Setelahdingin, kerupuk rambak siap dikemas dan siap dipasarkan. gak njelimet bukan ..? Jangan lupa kalau dah dicoba resepnya saya dikirim krupuknya sekilo saja ... ^ _ ^ Muhammad Ansori hehe ... niatnya sih pas tanya samak secara umum, setelah tau itu jadi sekalian buat krupuk, mumpung ada ahlinya .... tapi ane gk ingin buat krupuk sekarang, gk tau kapan2 kalo pengen .... Tantowi Ahmad Kalau pakai Na2S, proses yang berhari hari itu (kalau pakai kapur 48 jam) dipersingkat jadi beberapa jam bahkan menit saja Tantowi Ahmad Prinsipnya: menyamak itu membersihkan kulit dari sisa sisa darah, daging, jaringan lemak dan otot yang mungkin tersisa .. Kalau pakai cara alami bisa ditambahkan dengan penggaraman dengan peningkatan zat samak dari akar akar, atau kulit pohon tertentu yang mengandung zat tannin (karena tannin sendiri adalah semacam zat pahit polifenol tanaman yang denganbaik dapat cepat mengikat atau mengecilkan jaringan protein) Muhammad Ansori kalo akar pohon yg di maksud misalnya apa om?? Tantowi Ahmad Seperti pohon gambir, konten tannin nya lumayan besar, sekitar 20-50%, mahoni, jamblang (duwet, Juwet), johar, lamtoro, tengguli dll zat tannin ini bisa dikenal lewat sifatnya yang terasa kelat, sepat, pahit dan sensasi cleaning di lidah (bila dicicipi) Muhammad Ansori wes mantap pak ... bisa di bungkus buat dokumen, nanti tak simpene di blog ... Tantowi Ahmad Untuk kapur atau Na2S itu terutama berfungsi untuk mempermudah membersihkan bulu dari kulit. Beda proses ini beda hasil akhir: Seperti yang sehabis disamak terus langsung dijemur sampai kering tanpa perlakuan khusus tingkat lanjutan, ya ha silnya kertas dan kaku macam kulit beduk itu lah ... Tapi kalau yang dimaksud hasil akhir yang awet, lemas, lembut dan lentur macam kulit pada jaket kulit ya perlakuan nya butuh proses panjang seperti tadi:Dari proses beamhouse, penyamakan sampai finishing. Semoga bisa membantu ... ^ _ ^ Tantowi Ahmad Maksudnya yang pada tuh: hasilnya keras dan kaku ... , Kesalahan .. :-D

1 comment: